Penyakit Diare

Bisa dibilang, jika diare merupakan salah satu penyakit yang kerap kali dialami oleh sebagian besar orang. Lazimnya, penyakit satu ini terjadi lantaran beberapa penyebab dan berlangsung lama maupun sebentar. Untuk bisa mengetahui penyebabnya, cobalah mengunjungi direktori penyakit di kanal SehatQ. Namun jika anda penasaran, tak ada salahnya untuk menyimak ulasan berikut.

Penyebab dari Diare

Diare atau gastroenteritis merupakan penyakit yang biasanya ditandai dengan buang air besar terus menerus dan tinja menjadi encer serta berair. Biasanya kondisi satu ini berlangsung beberapa hari dan acap kali menghilang tanpa adanya perawatan. Namun, bukan berarti penyakit satu ini tidak begitu membahayakan. Pasalnya, ada kalanya diare menjadi akut dan kronis.

Dimana diare yang akut apabila berlangsung selama satu hingga dua hari. Sebetulnya, secara umum penyebab dari diare karena adanya infeksi virus, bakteri, parasit, ataupun alergi terhadap makanan tertentu. Salah satu hewan pembawa bakteri yang kerap menyebabkan diare yakni lalat. Untuk itu, tak heran jika dokter kerap memerintahkan membuang makanan yang kena lalat.

Bukan hanya itu saja, di direktori penyakit pun menyebutkan jika diare bisa disebabkan oleh kuman yang menempel pada tangan yang kotor kemudian masuk ke dalam tubuh dikala sedang makan. Namun ada pula, diare yang diakibatkan oleh intoleransi terhadap beberapa makanan misalnya fruktosa (pemanis alami pada madu dan buah buahan) maupun laktosa (zat gula di susu dan produk sejenisnya).

Diare pun bisa saja terjadi lantaran efek samping pasca operasi batu empedu, atau obat obatan misalnya antibiotik yang dapat mengganggu keseimbangan alami bakteri di dalam usus sehingga menimbulkan diare. Sementara diare kronis disebabkan oleh peradangan di saluran pencernaan seperti penyakit crohn, kolitis ulseratif, dan kolitis mikroskopik.

Atau karena adanya irritable bowel syndrome, yang merupakan kumpulan gejala akibat iritasi pada saluran pencernaan karena sakit atau kram perut yang berulang. Direktori penyakit pun menunjukkan jika diare kronis disebabkan adanya penyakit celiac atau penyakit yang menyebabkan tubuh menolak protein gluten di dalam makanan.

Gejala dari Diare

Terdapat beberapa gejala yang diakibatkan penyakit diare, diantaranya feses lembek dan cair, nyeri dan kram perut, mual dan muntah, kepala terasa nyeri, nafsu makan hilang, haus secara terus menerus, suhu tubuh tinggi atau demam, serta adanya darah pada feses. Dari sekian gejala gastroenteritis tersebut, ada satu gejala yang paling umum yakni dehidrasi.

Lazimnya, penyakit diare pada anak anak ditandai dengan jarangnya buang air kecil, mulut kering, serta kerap menangis tanpa mengeluarkan air mata. Sementara di keadaan dehidrasi berat, anak terlihat cenderung mengantuk, tidak responsif, mata cenderung cekung, serta kulit perut ketika dicubit tidak kembali dengan cepat seperti sedia kala.

Beda lagi tanda dehidrasi yang terjadi pada orang dewasa, dimana mereka akan merasakan kelelahan dan tidak bertenaga, kehilangan nafsu makan, pusing, mulut kering, serta kepala terasa nyeri. Bila kondisi dehidrasi ini tidak segera ditangani, maka akan berdampak buruk pada kesehatan serta mampu mengancam nyawa si penderitanya.

Direktori penyakit di kanal SehatQ.com pun menjelaskan jika biasanya diagnosis diare ini akan dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik oleh dokter spesialis. Selain itu, dokter pun akan mempertimbangkan riwayat medis pasien guna menentukan penyebab dari gastroenteritis. Bahkan ada kalanya, dokter akan melakukan tes laboratorium jika diare yang dialami bertambah parah.

Diare memang menjadi penyakit yang kerap dikeluhkan oleh semua orang. Hal ini tak lain karena penyakit satu ini membuat penderitanya akan bolak balik kamar mandi. Bila hal semacam ini terjadi, maka anda bisa langsung mengakses situs resmi SehatQ.com untuk mengetahui apa penyebab sebenarnya dan melakukan perjanjian dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *