jakarta

Jakarta saat ini semakin semraut dengan kemacetan dan polusinya. Kondisi ini kemudian membuat banyak orang mengidam-idamkan hunian yang nyaman dan asri.

CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda menyarankan kepada pengembang melirik kawasan Timur Jakarta. Kawasan ini berpotensi untuk menjadi tempat tinggal yang nyaman jika dibuat kawasan hijau. Ali menilai, citra buruk seperti banyaknya polusi, limbah dan gersangnya kawasan Timur Jakarta harus diganti dengan citra yang baik. Misalnya saja dengan membangun kawasan hijau tersebut.

“Buat hutan kota, atau air serapan. Hal seperti itu, (terkadang) banyak pengembang yang menganggap sepele,”

Dengan potensi yang ada pada kawasan Timur Jakarta, Ali menyarankan pengembang untuk lebih jeli melihat peluang, dan segera, bersama-sama bersinergi, dalam membangun kawasan di sana.

“Dengan adanya infrastruktur, harga tanah sudah akan semakin naik. Jangan sampai harga tanah sudah semakin naik, properti baru masuk. Itu terlambat. Masa emas disia-siakan karena pengembang tidak jeli,”

Mulai Tengok Properti Menengah Bawah

Ke depannya, Ali memprediksi investasi pada produk hunian menengah atas di kawasan barat atau timur akan semakin tersendat karena harga jual yang semakin tinggi.

Mengingat jarangnya harga hunian dengan kisaran harga Rp1 miliar, pengembang harus mulai peduli pada potensi di pasar menengah ke bawah, karena harga tanah di kawasan Timur Jakarta masih terhitung murah, dengan kisaran harga Rp5 sampai Rp12 juta.

“Nah di sini, kesempatan pengembang untuk masuk dan memanfaatkan pasar (yang memiliki potensi besar untuk meraih keuntungan) gemuk tersebut. Jangan sampai hanya mengejar hunian untuk kelas atas namun pasar gemuk ditinggalkan,” ujar Ali.

Selain membangun hunian yang ramah lingkungan, pengembang harusnya juga sudah mulai berpikir untuk membangun sekolah, rumah sakit, mall, dan fasilitas yang dibutuhkan masyarakat sekitar kawasan Timur Jakarta. Hal tersebut guna memaksimalkan kawasan agar masyarakat yang menduduki kawasan tersebut tidak perlu jauh-jauh mencari tempat lain untuk memenuhi kebutuhannya.

Saat ini, tanah di kawasan Timur Jakarta sudah mengalami kenaikan harga berkisar 15 sampai 20 persen. Harga hunian yang tinggi,

“Misalnya orang mencari rumah hunian dengan harga Rp500 juta, (saat sampai di kawasan Timur Jakarta) ternyata tidak ada, ya dia balik lagi. (Masyarakat dengan kelompok) menengah ke bawah banyak. Namun pengembangnya belum banyak,”

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *